9 Desember 2012

Sekarang pukul 12.39 dini hari dan saya masih bersama kimia tersayang. Senin UTS 2 kimia and i haven't prepared anything, so i'm chasing all of those chapters like really? 

Well, for this post i'm gonna tell you how's my life lately. 
Semua orang pasti berubah, bedanya ada yang berubah ke arah positif dan ke arah negatif. I'm afraid to be be the negative one. So that, i need someone to remind me about the right side and wrong side. 
Hal yang paling saya takutkan sekarang adalah saya menjadi salah satu orang - orang yang mulai melupakan Allah. This busy and hectic world will always be the first reason for the absence of God' existence in our heart. Recently, i feel empty, really empty in the heart. It's like i have no direction and no motivation. At first thought , maybe its a homesick. Lebih lama memikirkannya perlahan ternyata saya kurang mendekatkan diri kepadaNya. Saya terlalu sibuk dengan semua kegembiraan dunia yang hanya bersifat sementara, dengan kesibukan-kesibukan semu yang ada, dengan kesibukan kepada diri sendiri hingga melupakan kewajiban yang seharusnya. Malu , malu sekali. If my parents know for what i have done, i wouldn't have any words to say . Aku malu.  








Astaghfirullahhaladzim. 

24 November 2012

Sudah capek dengan kegagalan yang ada. Selalu saja jatuh ke dalam lubang yang sama. Mau bangkit tapi terjatuh lagi. Mau berdiri disangga tiang pun tetap terjatuh kembali. Diajarkan berdiri dengan benar diatas kedua kaki ini hingga diteriaki, tetap saja terjatuh lagi. Jadi harus apa?


Pertanyaan itu sudah memudar sejak lama. Dari dahulu memudar karena sudah terjawab. Jawabannya simple sekali. Yaitu, kamu harus berdiri di atas kedua kakimu tanpa penyangga apapun dengan hati yang kuat dan ikhlas. Kemantapan dan kematangan hati adalah jawaban dari kegelisah ini. Untuk menemukannya, maka kamu harus mencarinya sendiri, karena itu tidak bisa kita minta dan kita beri. Dari kamu untuk kamu, disatukan menjadi , untuk kita.

Terharu sama postingan sahabat tersayang, Maidina Rahmawati. Dia adalah teman seperjuangan dalam meraih impian yang beterbangan di angkasa. Kita selalu siap untuk melompat, melompat lebih tinggi hingga dianggap seperti terbang. Jangan sekali-kali meremehkan kita, karena kita akan selalu membuktikannya, bahwa kita bisa. Masa kelabu telah lewat karena itu adalah masa lalu. Sekarang adalah tadi yang tertunda, dan nanti yang menunggu. Aku mau kita berdua dan kita semua sukses dengan takaran yang pasti, yaitu sukses di mata Allah SWT. Mauku adalah motivasiku lainnya.

Beberapa hari ini semua terasa begitu berat.

Nilai uts 1 fisika keluar dan seperti biasanya aku terjatuh kembali di lubang yang sama. aku gagal. Nilai uts 1 kalkulus juga keluar dan Alhamdulillah memuaskan sekali. Nilai lainnya sih belum :').

Sekarang sudah H-jam konser Keluarga Paduan Angklung ITB yang dimana bikin dag dig dug ser. Gue selaluu aja miss di lagu asian pop, entah kenapa gitu. Selain itu, hal yang gue takutin adalah, besok gue harus pakai heels yang super duper tinggi banget untuk main angklung. krik.

High heels itu punya temen kosan sih sebenernya, bukan punya gue :3

Homesick memang bikin sedih. Kemarin sempat nangis beberapa saat karena saking kangennya dengan suasana di rumah. Sendirian di kamar memang bikin kerasa banget kesepiannya. Aku kangen Bapak, Mama, sama Fira. Kangen. Kangen. Terlebih lagi ada penyesalan karena terlalu boros. Harus bayar bahan baju, bayar penjahit, bayar fotokopian, setiap makan porsinya selalu porsi Godzila, dan makanan danus yang selalu bikin ngiler. Maaf ya Pak, Firda boros banget.

Masalah di kosan juga bikin hati tambah berat. Sedih ngeliat Dea sama ibu kos. Jengkel juga sih sama kekolotan ibunya. Akhasil, Dea harus pindah kosan :'( padahal udah terlanjur seneng dan nyaman banget sama suasana kosan. Bagaimanapun juga, hal ini lebih baik buat Dea. Kalau emang udah gak nyaman yaaaaaa lebih baik pindah aja :)

Terima kasih banyak Mai, berkat postingannya gue jadi termotivasi lagi. Makasih banget.

3 Oktober 2012

What do we do now? what do we do for ourselves, for our beloved one, for people, for this country, and for the world. Actually, what have i done for them? what have you done for them? what have i done for you and what have you done for me?

Maybe you can count the answer by both of your hands, or else you need more hands to count it.
For me, maybe i just need your right hand. Not to count, but for grab another right hand, right hands of people. To make a change, to start a new step together. By together, we can make anything possible, we can give a great impact to our surrounding.

Now, i am gonna make it true. At least i'm on my way to make it true. Although i am not one of the founder, but i am one of participants. I am trying. Better than not be.




You! yeah it is you. Turn around please. Move a little bit to the right, yes your right not mine. A little bit, to the right again. Now walk four steps to the front, easily easily. Please move to the left one step.
Perfect! now you can see me. Please remember me from now. 






                                                         

                                                                   Because i am always here. 









              Now, i really miss them. I miss their laugh, their question about , " How was the day going?". Their little jokes. I miss my mom's handmade food. I miss my father's little chat and some joke. I miss my naughty sister, i miss my (unfortunately pink) room. I miss my bathroom, i miss Bu Anah. I miss the green path near my house. I miss my old friends. I miss the piano in the living room, i bet that no one have played it since i moved to here. I miss my television. Yeah, i don't have television in my room. Puk-puk-able banget lah.

I need some motivations here, i need it and really need it.

Aku kangen salim sebelum pergi.
Btw , gas di kostan udah dibeliin lagi dan.. gue belum bayar hihihi.